• put your amazing slogan here!

    Persoalan Pendidikan Indonesia Bukan Kurikulum


    pondot.blogspot.com
    KBRN, Jakarta: Penerapan kurikulum 2013 yang menjadi pedoman kegiatan belajar mengajar di Tanah Air terus menuai protes dan kontra. Bahkan protes itu disuarakan oleh guru. 

    Federasi Serikat Guru Indonesia adalah salah satu organisasi guru yang menolak keras penerapan kurikulum 2013.   Kepala Sekolah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 76 Jakarta dan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru  Indonesia Retno Listyarti secara keras menolak penerapan kurikulum 2013.   

    Penolakan itu, kata Retno telah disuarakan sejak pertama kali diterapkan Juli 2013 lalu. Menurutnya, persoalan mendasar dari pendidikan di Indonesia bukan kurikulum melainkan kualitas guru yang rendah bahkan perbandingan antara guru yang berkualitas dengan tidak, lebih banyak yang tidak berkualitas.   

    “Persoalannya bukan sekedar kurikulum bisa atau tidak dilaksanakan namun ini terkait dengan banyak persoalan. Pendidikan kita masalahnya bukan kurikulum tetapi guru. Kualitas guru di Indonesia belum merata. Jumlah guru yang tidak berkualitas lebih banyak,” kata Retno Listyarti, dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia, Kamis (14/8/2014).   

    Bukti rendahnya kualitas guru adalah hasil uji kompetensi guru yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta hasil riset dan Bank Dunia yang memposisikan kualitas guru Indonesia pada peringkat 12 dari 12 negara di Asia.   

    “Hasil uji kompetensi guru, nilai minimum 7, rata-rata guru memperoleh 4,3. Riset World Bank  valid karena meneliti kondisi itu sampai di dalam kelas. Guru yang mengajar dinilai. Dengan kondisi seperti ini persolannya bukan di kurikulum tetapi kualitas guru,” ujarnya.   
    Ia meyakini apabila guru berkualitas, jenis kurikulum apapun dapat dilaksanakan dengan baik. (Sgd/AKS)  

    Sumber : http://pondot.blogspot.com

    0 komentar:

     
    Flag Counter