• put your amazing slogan here!

    Pendidikan Islam Sebagai Usaha Pemahaman Keagamaan dan Akhlaq



    Tujuan pendidikan Islam sebagaimana telah diulas sebelumnya oleh kafeilmu, menjadi semakin lengkap dengan adanya usaha pendorongan pada semangat keagamaan dan akhlaq. Usaha mendorong untuk memahami dan mempraktikkan akhlaq sejak dini adalah hal yang sangat penting saat ini. Karena masyarakat saat ini lebih condong pada pendidikan secara umum daripada membekalinya dengan semangat keagamaan.

    Sebut saja misalnya, mengenai hukum fikih. Hukum fikih yang sejatinya harus dipahami sejak dini, terlebih saat anak menjelang baligh banyak dikesampingkan oleh orang tua. Hasilnya, saat ini ketika seseorang sudah mencapai dewasa, masih belum memahami hukum-hukum dasar yang seharusnya ia laksanakan sehari-hari.

    Anak ketika mencapai dewasa, sudah tidak malu mengatakan bahwa sholatnya tidak penuh, puasanya tidak penuh, beban (taklif) yang seharusnya ia pikul sejak ia baligh, seperti bukan beban yang patut dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Karena itu, untuk memahami tujuan pendidikan Islam sebagai usaha mendorong pelaksanaan keagamaan dan akhlaq, sangatlah penting bagi guru dan orang tua. Karena kebodohan anak sehingga tidak memahami kewajiban yang ia seharunya sudah pikul, kesalahan yang ia lakukan, juga menjadi tanggung jawab orang tua. Orang tua tidak bisa lari dari tanggung jawab terhadap beban kesalahan karena kebodohan anak.

    Tujuan PAI tersebut adalah sebagai berikut;

    Memperkenalkan kepada generasi muda akan akidah-akidah Islam, dasar-dasarnya, Ushul-ushul Ibadah, dan cara-cara melaksanakannya dengan betul, dengan membiasakan mereka berhati-hati mematuhi akidah-akidah agama dan menjalankan serta menghormati syi’ar-syi’ar agama.
    Menumbuhkan kesadaran yang betul pada diri pelajar terhadap agama termasuk prinsip-prinsip, dan dasar-dasar akhlak yang mulia. Begitu juga menyadarkannya akan segala bid’ah, khurafat, kepalsuan-kepalsuan dan kebiasaan yang melekat kepada Islam itu tanpa disadari, padahal Islam bersih.
    Menanamkan keimanan kepada Allah SWT pencipta alam, dan kepada malaikat, Rasul-Rasul, kitab-kitab dan hari akhir berdasar pada paham kesadaran dan kehalusan perasaan.
    Menumbuhkan minat generasi muda untuk menambah pengetahuan adab dan pengetahuan keagamaan serta untuk mengikuti hukum-hukum agama dengan kecintaan dan kerelaan.
    Menanamkan rasa cinta dan penghargaan kepada Alqur’an, membacanya dengan baik, memahaminya dan mengamalkan ajaranajarannya.
    Menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan kebudayaan Islam serta pahlawan-pahlawannya dan mengikuti jejak-jejak mereka.
    Menumbuhkan rasa rela, optimisme, kepercayaan diri, tanggung jawab, menghargai kewajiban, tolong-menolong atas kebaikan dan taqwa, kasih sayang, cinta kebaikan, memegang teguh pada prinsip, berkorban untuk agama dan tanah air dan siap membelanya.
    Mendidik naluri, motivasi dan keinginan generasi muda, membentinginya dengan akidah-akidah dan nilai-nilai, membiasakan mereka menahan motivasi-motivasinya, mengatur emosi dan membimbingnya dengan baik.
    Menanamkan iman yang kuat kepada Allah SWT pada diri mereka, dan menguatkan perasaan beragama, dorongan agama dan akhlak pada diri mereka, serta menyuburkan hati mereka dengan kecintaan, dzikir, taqwa, dan takut kepada Allah SWT.
    Membersihkan hati mereka dari dengki, hasud, iri hati, benci, kekerasan, kezaliman, egoisme, tipuan, khianat, nifak, ragu, perpecahan, dan perselisihan.
    Sedangkan menurut para ahli pendidikan, diantara tujuan pendidikan adalah :

    Shaleh Abdul Azis dan Dr. Abdul Azis Abdul Majid mengungkapkan bahwa Pendidikanlah yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk menentukan arah kehidupan.
    Menurut Prof. Mohd. Athiya El-Abrasyi dalam kajiannya tentang pendidikan Islam menyimpulkan lima tujuan yang asasi yaitu :
    Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia
    Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat
    Persiapan untuk mencari rezki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan.
    Menumbuhkan roh ilmiah (scientific spirit) pada belajar dan memuaskan keinginan arti untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu sekedar sebagai ilmu.
    Menyiapkan pelajar dari segi profesional; tehnis dan perusahaan supaya ia dapat menguasai profesi tertentu, supaya ia dapat mencari rizki dalam hidup dan hidup dengan mulia disamping memelihara segi kerohanian dan keagamaan.
    Dari beberapa pendapat tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan Islam bertujuan untuk menumbuhkan pola kepribadian manusia yang bulat melalui latihan kejiwaan, kecerdasan otak, penalaran, perasaan dan indra. Sehingga akan mampu mendorong semua aspek tersebut kearah keutamaan serta pencapaian kesempurnaan hidup. Yang pada akhirnya akan membawa misi bagi kesejahteraan umat manusia di dunia dan akhirat.

    Sumber : http://pondot.blogspot.com

    0 komentar:

     
    Flag Counter